Minggu, 26 April 2009

Manis,,,cantik dan penuh senyum di wajah gadis itu. Setelah bertahun-tahun aku menunggu akhirnya aku bisa bertemu denganya. Cewek yang se waktu smp pernah jadi cinta monyetku tapi tak berani aku buat mengungkapkan kepadanya, kini jadi wanita yang benar-benar tak aku duga, aku kira selama ini. Dia begitu lembut, solehah, dan tak seperti yang baku bayangkan selama ini. Aku benar-benar kagum dan sekaligus senang bertemu denganya.

Setelah perpisahan waktu smp itu aku tak pernah lagi bertemu denganya, entah aku akan bertemu lagi ataukah tidak, tapi aku selalu dan selalu berharap akan bertemu denganya entah itu kapan tak ada yang tahu, mungkin waktu yang akan menjawabnya. Doa dan harapan yang jadi semangat hidupku setelah tak pernah bertemu dan melihatnya. Apa aku memang sayang ataukah cuma keinginan semata yang akan hilang termakan waktu?



Aku menjalani masa sma tapi bayang-bayangnya terkadang masih muncul dalam pikiranku,,, Aku masih menunggu, menunggu kabar dan kesempatan bertemu denganya walaupun aku tak tahu apakah aku akan bertemu denganya lagi ataukah tidak. Hari-hari aku lewati seperti biasanya, di pikiranku tak ada yang spesial selain bertemu dengan dirinya.Lemahkah aku kalau seperti ini? Teman-temanku bantu aku,,,

……………………..

Hari itu hari senin tanggal 28 Maret 2005 pada saat upacara bendera kelas kami dipindah tempat di sebelah X-5 karena sedang ada ronevasi gedung, saat itu aku tak sengaja melihat wajah seorang cewek cantik dan manis yang kayaknya belom pernah aku melihatnya,,,sempat membuat hatiku bergetar sich…tapi masih ragu aku untuk itu. Yah mungkin wajar lah setiap laki-laki pasti seperti itu kalau melihat cewek cantik. Malamnya ditengah tidurku yang emang tak nyenyak aku terbangun, tebayang wajah yang tadi pagi aku lihat,,,ya Allah apa dia bidadari yang akan menggantikan cinta monyetku?he,,,aku tersenyum sendiri dikamar mengingat wajah gadis itu..

Keesokan hari seperti biasa berangkat sekolah pagi-pagi, tak sengaja aku bertemu denganya. Ku lemparkan senyumku dan ternyata aku setengah tak percaya pa ini mimpi ataukah nyata beda tipis rasanya, dia membalas senyumku sebelum meninggalkanku di TKP,ha,,,ha,,,ha. Aku benar-benar bahagia hari itu dan rasa ini belum pernah aku rasakan selama masuk sma ini.

Hari terus berganti dan perasaan ini yang selalu menemaniku, aku berniat berkenalan denganya lewat temanku yang satu kelas denganya, tapi apa daya temanku tak bisa membantuku, dia merasa tak enak hati dengan temanya satu kelas yang barusan putus dengan cewek itu. Yah, mungkin memang cuma sampai disini kisahku denganya karena kalau aku berkenalan sendiri itu tak mungkin, terlalu takut buatku kalo seperti itu…yah rasa tertinggal lagi kayak lagunya ST12.he,,,he,,,

Waktu terus berlalu, sampai akhirnya aku lulus dan bingung mau berbuat apa akhirnya aku putuskan buat ikut pendaftaran di D3 UGM, aku ambil jurusan taknik sipil yang aku kira asyik tapi ternyata dan ternyata setelah menjalani kuliah sulitnya setengah mati, hampir aku pengen banget keluar dari kampus itu. Tapi aku mau kemana? Ya udah lah aku lanjutin aja dan semoga aku tetep bisa bertahan dan mengikuti kuliah. Yah walaupun sulit tetep aku jalanin, ini juga demi aku dan masa depanku kelak…

…………………….

Hari itu benar-benar special buatku, aku ingat kejadian itu pada akhir bulan ramadhan 1428 H atau September 2007 saat acara buka puasa bersama. Cinta monyetku yang selama ini aku tunggu dan aku nanti datang kembali, tapi sekarang dia berbeda dan benar-benar berbeda. Ya Allah aku bersyukur atas semua ini, aku masih Engkau beri kesempatan bertemu denganya, orang yang selama ini aku tunggu, aku nanti, walaupun sempat tergoyahkan oleh cinta sma ku tadi. Dia sekarang benar-benar jadi wanita yang selama ini aku pengen.

Tanpa basa-basi dia yang pertama aku datangi dan aku salamin pertama kali, ternyata tanggapanya baik banget dengan kedatanganku tadi. Jujur aku benar-benar merasakan semua perasaan berbaur menjadi satu, tanpa ada beda senang dengan susah, kesulitan dengan kesenangan, masalah dengan kecerian.

Sampai saat ini aku punya kesempatan smsan-lah, telpon-telponan-lah, senang banget aku dengan keadan seperti ini walaupun aku tak pernah berani mengungkapkan semua perasaanku kepadanya, wanita yang selama ini jadi bidadari dalam mimpi dan pikiranku. Tapi apakah aku pantas buat itu? Aku yang kayak gini? Dia wanita yang solehah, rajin ke Masjid, rajin baca Qur’an, ikut aktifitas kerohanian dimana-mana. Sedangkan aku pemuda Bengal, nakal, anak band lagi, gak pernak di rumah. Tapi apakah salah perasaanku yang seperti ini? Apakah aku salah Cuma berharap untuk memilikinya buat jadi pendamping hidupku kelak? Apakah nanti aku juga salah jikalau mengungkapkan perasaanku yang selama 8 tahun aku pendam kepadanya? Ya Allah jika aku tak dapat memilikinya, berikan dia pasangan yang pantas buatnya, orang yang bisa jadi imam buat dia, aku akan selalu ikhlas kalu dia selalu tersenyum bahagia walau aku tak dapat memilikinya yang penting bagiku dia tahu perasaanku dan tahu kalau semua ini terjadi selama 8 tahun….













Semoga dia membaca ini…



0 komentar:

Posting Komentar